Pengorbanan Apa Saja Yang Harus Di Tempuh????

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,




Search :


5 Responses to “Pengorbanan Apa Saja Yang Harus Di Tempuh????”

  1. ITEM says:

    cerita yang bagus. dimana latar perasaan yang mengalir alami tapi penuh daya image yang baik dengan satu selingan yang harus memilih antara cinta dan persahabatan yang terjalin karena kekosongan dari hati yang harapan masih jauh atau penantian yang tertutup dengan pertemuan seseorang yang dekat saat ini. ini merupakan hal yang alami dan sering hinggap pada hati semua orang yang mendapat ujian rasa ketika jauh dan ada kerinduan yang tanpa terasa tersalurkan lewat kedekatan dari persahabatan

  2. shealea_ says:

    Seperti sayap-sayap Gibran yang patah. Atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwicjk tenggelam. Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka majnun, lalu mati. Atau jangan- jangan ini juga cerita tentang cintamu sendiri, yang kandas dihempas takdir, atau layu tak berbalas.
    Itu cerita cinta yang digali dari mata air airmata. Dunia tidak merah jambu disana!. Hanya ada
    Qais yang telah majnun dan meratap ditengah gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung:
    ” O burung, adakah yang mau meminjamkan sayap Aku ingin terbang menjemput sang kekasih hati .. ”
    Di alam jiwa, sayap cinta itu seseungguhnya tak pernah patah. Kasih selalu sampai disana. Apabila ada cinta di hati yang satu, pastilah ada cinta di hati yang lain, kata Rumi, Sebab tangan yang satu takkan bisa bertepuk tanpa tangan yang lain. Mungkin Rumi bercerita tentang apa yang seharusnya. Sementara kita menyaksikan fakta lain. Kalau cinta berawal dan berakhir pada Allah, maka cinta pada yang lain hanya upaya menunjukkan cinta pada-NYA, pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki: selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai. Dalam makna memberi itu posisi kita sangat kuat:
    kita tidak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan, atau lemah dan melankolik saat kasih
    kandas karena takdir-NYA. Sebab disini kita justru sedang melakukan sebuah pekerjaan jiwa yang besar dan agung : Mencintai.
    Ketika kasih tak sampai, atau uluran tangan cinta tertolak, yang sesungguhnya terjadi hanyalah kesempatan memberi yang lewat. Hanya itu. Setiap kesempatan semacam itu dapat terulang. Selama kita memiliki cinta, memiliki sesuatu yang dapat kita berikan, maka persoalan penolakan atau ketidaksampaian jadi tidak relevan. Ini hanya murni masalah waktu. Para pecinta sejati selamanya hanya bertanya: Apakah yang akan kuberikan? tentang kepada siapa sesuatu itu diberikan, itu menjadi sekunder.
    Jadi kita hanya patah atau hancur karena kita lemah. Kita lemah karena posisi jiwa kita salah.
    Seperti ini: kita mencintai seseorang, lalu kita menggantungkan harapan kebahagiaan hidup
    dengan hidup bersamanya! Maka ketika dia menolak untuk hidup bersama, itu lantas menjadi
    sumber kesengsaraan. Kita menderita bukan karena kita mencintai. Tapi karena kita menggantungkan sumber kebahagiaan kita pada kenyataan bahwa orang lain mencintai kita.
    Mom….
    Cinta seperti matahari, ia tetap bercahaya. Walau malam menjelma, cahayanya pada bulan tetap menerangi kekadang ia juga gerhana tetapi akan kembali jua kecerahannya.
    Cinta adalah santapan jiwa. Jiwa tanpa cinta bagai rumah yang kosong. Cinta tanpa menjiwai bagai layang-layang putus tali.
    Cintu adalah buta…cinta tidak mengenal usia, paras rupa, mahupun kekayaan dan harta karun, tetapi dari keikhlasan dari hati setiap insan antara satu sama lain.
    Tidak semua orang yang engkau cintai, mencintaimu dan sikap ramahmu kadang kala dibalas dengan sikap tidak sopan. Jika cinta suci tidak datang daripada tabiatnya, maka tidak ada gunanya cinta yang dibuat-buat.
    Sayang tidak bermaksud cinta. Suka tidak serasi dengan cinta. Kagum tidak bererti cinta. Bangga tidak semestinya cinta. Cinta adalah CINTA .
    Cinta itu seperti sinar matahari, memberi TANPA mengharap kembali. Cinta itu seperti sinar matahari, TIDAK MEMILIH siapa yang ia sinari. Cinta itu seperti sinar matahari yang MEMBERI KEHANGATAN DI HATI..
    Cinta umpama ‘treasure hunt’. Cita cita dan tujuan kita satu untuk menuju ke penamat yang paling mengembirakan. Namun di dalam perjalanan kita akan menghadapi pelbagai rintangan dan cabaran. Andainya tidak mampu meneruskan, kita akan tersungkur dan hadiah utamanya akan di kebas oang lain. Tetapi tak usahlah kecewa. Walaupun hadiahnya tidak kita perolehi, tetapi keseronokannya kita sudah rasa. Jadi bercintalahsepenuh hati. Namun janganletakkan harapan terlalu tinggi.
    Kekecewaan terlalu pahit untuk ditelan, terlalu payah untuk dilupakan namun dalam cinta pasti akan merasai kecewa dan dikecewakan walau bukan itu matlamat dalam setiap percintaan.
    Kadangkala orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cintanya padamu kerana orang itu takut kau berpaling dan menjauhinya. Dan bila dia suatu masa hilang dari pandanganmu….kau akan menyedari dia adalah cinta yang tidak pernah kau sedari….
    Cinta suatu yang indah, cinta boleh buat kita gundah, cinta buat hati berdarah dan cinta jua boleh membawa kerisauan yang tak sudah.
    cinta adalah pilihan….seperti buah simalakama….
    pusing dech jadinya!!!
    Mom….
    cinta memang penuh misteri…
    nie permintaan dari uki…
    special 4 u Mom…
    katanya uki sibuk….!!!
    salam akira_coey!!!

  3. DELLA ANNA the Campanulla says:

    Hi,
    oh so sweet, anak perempuan aku punya, namanya ” icha ”
    pasti suamiku Marel setuju dengan nama indah ini.
    —————-OK, cerita selanjutnya lagi….
    jadi katagihan…hi..hi.. nice story @Delima
    thnx

  4. maya_regina de silva says:

    haloo sis….
    cerita yang menghibur…. tentang cinta.. apakah harus bertahan dengan yang lama.. atau kah memberanikan diri memulai awal yang baru dengan orang lain…
    cinta memang pilihan…. ^^
    have a nice weekend.. best friend forever… :)

  5. jesca says:

    wah ima, bagus banget!!! salut!! :)

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.